Blog Image

Blog

Menahan Haus, Lapar, dan JULID

May 23, 2019
Menahan Haus, Lapar, dan JULID image

“Iiihh, ini seleb ya, tiap muncul pameeerrr melulu. Dari biaya sulam alis sampe beli wajan dikabarkan semuahhh.” Ups, pagi-pagi udah julid gegara lihat akun gosip. Padahal lagi puasa, saatnya meredam segala nafsu, mulai makan, minum sampai emosi.

Nah, seiring usia haus dan lapar bukan lagi tantangan terbesar berpuasa, dear..tetapi ‘emosi’. Apalagi di era milenial, emosi tidak hanya melibatkan pikiran, hati dan mulut, tetapi juga jari jemari yang tidak segan menuliskan kalimat-kalimat julid.

Apa sih julid? Ternyata kata julid berasal dari bahasa Sunda yaitu ‘binjulid’ yang artinya iri atau dengki. ‘Dari julid turun ke nyinyir’, itulah yang biasanya terjadi ya, dear. Tetapi, dalam konteks kekinian makna julid juga meluas menjadi bukan sekedar emosi yang disebabkan karena iri / dengki, tetapi juga perbedaan pandangan, ketidaksukaan, dll. Julid sangat susah ditahan dan dikendalikan ternyata ya, terutama bagi yang terpapar sosial media setiap hari. Di mana kehidupan hampir nggak ada batas wilayah dan waktu. Semua serba terbuka dan terlihat. Ketika mulut lebih mudah ditahan karena jarak, tapi lalu, dengan jari jemari julid terasa lebih mudah tersampaikan....dan blaaast. Tanpa kita sadari, ada orang di sisi lain membacanya sambil sakit hati. Tanpa kita sadari, kita telah menyakiti orang lain. Atau, memang dengan sadar dan sengaja memang ingin menyakitinya? Menyindirnya begitu?

Hmmm..di bulan puasa ini yuk latihan sabar. Beberapa tips ini semoga bisa membantu menahan ke-julid-an kita di sosial media ya, dear:
1. Hindari akun gosip. Nggak kenal juga sama si seleb. Tapi denger beritanya yang kadang memang kurang penting, bikin jari-jari gatel nge share dengan caption yang nyinyir. Ups!


2. Skip postingan berita politik. Aduuuh....yang satu ini panas banget. Mana ngga bisa diatasi dengan tabir surya atau SPF lagi ya :p. Pas teman ada yang share, langsung aja deh hati panas, dan pasukan jari beraksi, share status yang menyindirnya. Nggak sedikit loh yang berakhir ‘Unfriend’. Sayang kan?


3. Stop kepoin postingan teman yang berbau curhat pribadi ataupun ‘riya’. Kalaupun terbaca ingatkan dan ajak kompromi pikiran dan hati kita “lagi puasa kita nih ye kaaan, bangun sahur dini hari, menahan haus dan lapar lebih dari setengah hari, masa ibadah yang indah ini mau dinodai dengan seuntai kalimat julid?” Fokus, dear!


4. Hindari percakapan WAG yang sinis atau yang memicu kesinisan dan
kekesalan. Wacana BUKBER tak tentu arah misalnya. Mute aja biar nggak berisik dan mengganggu.

5. Begitu buka FB, fokus aja pada timeline kita sendiri. Buka lagi postingan atau foto lama yang berisi komen teman-teman yang lucu. Meski terkesan narsis, yang penting positif dan menghindarkan kita dari ke-julid-an kan?

6. Ketika sampai di kantor, langsung pasang earphone dan setel musik yang kamu suka untuk menghindari percakapan atau mendengarkan berita yang memancing ke-julid-an. Karena ujung-ujungnya, saat terjadi eskalasi emosi, kalau nggak mulut yang beraksi, ya jari-jari kita curhat di medsos julid tak terkendali.

7. Tips terakhir adalah JANGAN BAPER dan BERSABAR! Karena puasa memang melatih kesabaran kita kan, dear. Well, ada baiknya selama puasa kurang-kurangin buka sosmed sih, dear. Julid cuma menambah pikiran, bikin capek hati dan merendahkan diri kita sendiri. Mending perbanyak ibadah, bikin kue lebaran atau memanjakan diri ke spa atau merawat diri di rumah.

Anyway, have a great fasting day, girls!

Apakah anda merasa terbantu oleh tips ini?

Klik Register di kanan atas untuk mendapatkan potongan harga khusus dan tips-tips bermanfaat dari kami ya!